Annisa Fitria

Just another Blog Civitas UPI site

Konfigurasi Router Mikrotik Wireless & Hotspot

April28

Bismillah, Assalamualaikum Wr.Wb, Om Swastiastu, Salam sejahtera bagi kita semua.

Setelah sebelumnya saya memposting bagaimana Enkapsulasi Data Layer TCP/IP, pada postingan kali ini saya akan berbagi pengalaman mengenai cara konfigurasi router mikrotik dalam membuat hotspot dan wireless (Wi-Fi).

Sebelum kita memulai mengkonfigurasi mikrotik, alangkah baiknya kita mengenal terlebih dahulu apaitu mikrotik ?

Dikutip dari dosenit.com Router Mikrotik atau Mikrotik RouterOS, adalah sebuah sistem operasi yang berbasis linux. Sistem operasi ini berguna untuk merubah sebuah komputer menjadi router network. Sistem operasi ini memiliki fungsi utama sebagai router network, selain itu, ia juga memiliki beberapa fungsi yang lain yang berguna untuk menjalankan beberapa aplikasi, yakni;

  1. Menjalankan aplikasi kapasitas akses atau bandwith manajemen.
  2. Menjalankan aplikasi firewall.
  3. Menjalankan aplikasi Wi-Fi
  4. Menjalankan sistem hotspot
  5. Alat penghubung internet
  6. Menjalankan VPN
  7. Pengganti komputer sebagai router
  8. Menjalankan Proxy

Fungsi yang akan kita jalankan pada kali ini yaitu Sistem Hotspot dan Aplikasi Wi-Fi. Untuk sistem tersebut tidak semua jenis mikrotik bisa menjalankannya, hanya ada beberapa jenis Mikrotik yang support terhadap Hotspot dan Wi-Fi seperti RB751U-2HND, RB941-2nD, RB751U-2HND dan lain-lain. Untuk beberapa jenis Mikrotik lainnya hanya bisa support untuk Hotspot akan tetapi hanya untuk ethernet tidak untuk wireless.

Setelah kita tahu apa pengertian dan fungsi dari Router Mikrotik kita langsung mulai untuk konfigurasi.

Tahap Pertama

Siapkan alat dan bahannya terlebih dahulu.

  1. Laptop/PC
  2. RouterBoard Mikrotik (Disini saya menggunakan RouterBoard hAp series RB941-2nD  support Wireless)
  3. Kabel UTP/Kabel LAN (Cross/Straight)
  4. WAN Ethernet (Internet dari Modem dengan kabel)
  5. Software Winbox (Saya menggunakan versi 3,17), jika belum punya bisa download di website resmi Mikrotik disini DOWNLOAD

Tahap Kedua

Pada tahap ini kita akan mulai untuk setting Mikrotiknya

1,  Nyalakan power dari mikrotik dan hubungkan kabel LAN dari port 2 ke laptop. Port yang kita gunakan untuk setting harus dari 2-4, karena port 1 untuk sumber internet (WAN)

 

2.  Hubungkan kabel LAN internet (WAN) ke port 1, (boleh d hubungkan sekarang/nanti)

3.  Setelah mikrotik menyala dan sudah dihubungkan ke laptop, setting IP ( Boleh DHCP atau menyesuaikan dengan IP Default Devicenya )

 

4.  Buka Software Winbox yang telah didownload, kemudian klik Neighbors lalu refresh untuk mengecek apakah mikrotik kita sudah terhubung atau belum. Jika sudah terdeteksi maka kita bisa Connect menggunkan Mac Adress / IP yang telah kita setting tadi, dengan mengisi Login = admin dan password kosongkan saja. Setelah itu baru kita bisa masuk ke mikrotiknya.

5. Kita nonaktifkan/hapus pengaturan bridge dengan masuk ke menu Bridge ➜ Delete, winbox akan otomatis logout dan kita langsung Reconnect saja. Kembali lagi ke menu Bridge lalu fungsi Bridge akan hilang.

Tahap Ketiga

Pada tahap ini kita akan setting DHCP untuk client dan untuk Server, memberikan IP untuk wlan1 dan setting DNS. Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP) merupakan service yang memungkinkan perangkat dapat mendistribusikan/assign IP Address secara otomatis pada host dalam sebuah jaringan. Cara kerjanya, DHCP Server akan memberikan response terhadap request yang dikirimkan oleh DHCP Client. 

1.  Kita akan setting untuk DHCP Client terlebih dahulu.

Fungsinya untuk dapat memperoleh alokasi IP Address dari ISP, yang nantinya dapat digunakan untuk terkoneksi ke internet.

 Pilih menu IP ➜ DHCP Client ➜ New DHCP Client, lalu pilih Interface dengan ether 1 karna port ke 1 untuk WAN / Internet agar bisa mendapatkan alokasi IP Adress dari ISP, yang nantinya akan digunakan untuk terhubung ke koneksi internet. Ceklis Use Peer DNS karna nantinya kita akan menggunakan DNS Server, dan ceklis juga Use Peer NTP karna kita menggunakan pengaturan waktu Mikrotik. Pilih menu Advanced pilih clientid untuk kolom atas dan hostname untuk kolom bawah. Jika sudah lalu Apply ➜ OK. 

Hasilnya akan terlihat seperti gambar tersebut dengan status masih searching karena WAN/Internet belum dihubungkan ke Mikrotik.

 

2.  Pada tahap ini kita akan menambahkan IP untuk Wireless.

Kita coba masuk ke menu IP ➜ Adress ➜ Add Adress pada kali ini saya akan menggunakan IP 192.168.5.1 untuk wlan nya. Untuk network ketika kita klik Apply maka otomatis akan terisi, jika sudah lalu OK. Maka hasilnya seperti gambar dibawah.

Kenapa masih warna merah ?, karena IP tersebut itu ditujukan untuk Wireless, jadi kita harus setting CAPsMAN ( membuat profil ) terlebih dahulu.

3.  Disini kita akan mulai untuk setting DNS.

DNS atau Domain Name System atau Sistem Penamaan Domain, adalah sebuah sistem yang menyimpan, mengontrol dan menerjemahkan sebuah Nama Domain menjadi Internet Protocol Address atau sebaliknya.

Cukup mudah untuk setting DNS, kita hanya perlu memasukan alamat IP DNS Publik Google (IPv4). Pertama masuk ke menu IP ➜ DNS lalu masukan IPv4 Google yaitu 8.8.8.8 untuk kolom atas dan 8.8.4.4 untuk kolom bawah. Lalu centang Allow Remote Requests fungsinya untuk memungkinkan Mikrotik menjadi DNS cache, sehingga kita bisa mengarahkan DNS komputer kita ke IP Mikrotik untuk akses lebih cepat, khususnya untuk DNS yang sudah terekam di cache Mikrotik.


Sebelum berlanjut ketahap selanjutnya, mari kita cek terlebih dahulu DHCP Client apakah sudah mendapatkan IP ISP atau belum. Kita coba masuk ke menu IP ➜ DHCP Client jika IP Adress telah sama dengan ISP kita maka berhasil, jika tidak ulangi untuk setting DHCP Client dan DNS 

4.  Sekarang kita akan setting DHCP Server.

DHCP Server akan sangat tepat diterapkan jika pada jaringan memiliki user yang sifatnya dinamis. Dengan jumlah dan user yang tidak tetap dan selalu berubah

Pertama masuk ke menu IP ➜ DHCP Server ➜ DHCP Setup disitu kita diminta untuk memilih interface mana yang akan kita pilih. Disini kita hanya akan memilih wlan karena kita hanya mencoba untuk mengetahui siapa saja yang connect melalui wifi, untuk Gateway dsb itu kita masukan IP yang telah didaftarkan untuk Wireless karna disini kita hanya ingin setting untuk Wi-Fi saja. Kita tinggal Next saja hingga sukses dan semua akan terisi otomatis oleh sistem karena diawal tadi kita sudah setting DHCP Client hingga IP untuk wlan. 

5. Selanjutnya kita akan setting Firewall.

Fungsi Firewall pada mikrotik sendiri yaitu untuk melakukan filtering akses (Filter Rule), Forwarding (NAT), dan juga untuk menandai koneksi maupun paket dari trafik data yang melewati router (Mangle). firewall berperan dalam melindungi jaringan dari serangan yang berasal dari jaringan luar (outside network). Firewall mengimplementasikan packet filtering dan dengan demikian menyediakan fungsi keamanan yang digunakan untuk mengelola aliran data ke, dari dan melalui router. 

Buka menu IP ➜ Firewall ➜ NAT ( berfungsi sebagai translasi alamat IP public ke alamat IP private atau sebaliknya ) ➜ New Nat Rule ➜ pilih Chain = srcnat ( berfungsi untuk fungsi untuk mengubah source address dari sebuah paket data ) Out Interface = ether 1. Lalu masuk ke menu Action ➜ pilih masquerade (berfungsi  melakukan perubahan atau translation dari sebuah IP address private menjadi IP address public), jika sudah maka klik OK.

6. Mengecek koneksi internet.

Setelah kita melakukan beberapa tahap untuk konfigurasi mikrotik, sekarang kita akan cek apakah konfigurasi kita telah berhasil atau belum. Dengan memilih menu New Terminal disitu akan muncul tampilan seperti Command Prompt pada windows, kita akan coba PING ke domain Google.com apakah me-Reply atau tidak, dengan cara ketikan saja ping google.com, kalau berhasil maka akan terlihat seperti gambar dibawah, alhasil mikrotik telah terkoneksi internet. Kalau hasilnya seperti Requests Time OutDestination Host Unreachable atau semacamnya berarti mikrotik belum terhubung ke internet.

Tahap Keempat

Pada tahap ini kita akan mulai membuat Wireless (Wi-Fi) dan Hotspot.

1,  Pertama pilih menu Interface kemudian kita akan mengaktifkan / Enable wlan tersebut karna masih dalam keadaan Disable. Jika sudah maka wlan akan aktif seperti gambar dibawah.

2.   Kita akan setting security profilesnya terlebih dahulu agar nantinya bisa dipakai untuk Wi-Fi yang akan kita buat.

Masuk ke menu Wireless ➜ Security Profiles ➜ New Security Profiles lalu kita buat nama profilnya, modenya tergantung sesuai keinginan kita, saya memakai metode autentikasi menggunakan enkripsi Mode = dynamic.keys agar bisa unique, kita pilih tipe autentikasinya dengan WPA PSK dan WPA2 PSK agar mengantisipasi device yang menggunakan Wi-Fi card berbeda. Masukan password yang kita inginkan dengan minimal 8 karakter, disini saya memakai password testing1234, setelah itu kemudian OK.

3.  Setelah kita buat Security Profilnya sekarang kita akan membuat Access Pointnya.

Masuk ke menu Wireless lalu akan muncul Wireless Tables, akan ada 1 wlan, kita langsung Double Klik pada wlan tersebut

4.  Disini kita akan setting wlan menjadi Access Point. agar bisa diakses oleh Wi-Fi Laptop ataupun Handphone.

Buka menu Wireless pilih mode ap bridge karena kita akan membuat Access Point / Wi-Fi, isi SSID dengan nama Wi-Fi yang kita inginkan disini saya memakai contoh MikroTik sebagai SSIDnya, setelah itu kita pilih Security Profil dengan yang sudah kita buat tadi, setelah itu pilih OK.


5.  Kita coba cek apakah Wi-Fi sudah muncul atau belum. Dengan melihat di Wi-Fi search, gambar dibawah menunjukan Access Point berhasil dibuat.

6.  Tahap selanjutnya kita akan membuat Hotspot, 

Berfungsi untuk memberikan fitur autentikasi pada user yang akan menggunakan jaringan.

Buka menu IP ➜ Hotspot ➜ User Profiles ➜ New Hotspot User Profile disitu isi nama dari profil, isi Shared User untuk membatasi jumlah penggunanya setelah itu langsung OK.

7.   Setelah kita membuat user profilnya, sekarang kita akan membuat user loginnya.

Pilih menu USER ➜ New Hotspot User Pilih servernya All agar akses untuk user tersebut tidak terbatas, masukan Name dan Password sesuai yang kita inginkan, pilih profil yang telah kita buat tadi, lalu pilih OK.

8.  Pada langkah ini kita akan setting Server Profil ,

Fungsinya yaitu  apabila ingin menggunakan halaman login page mikrotik yang berbeda, membuat DNS, menentukan jenis autentikasi user hotspot, dan sebagainya.

Caranya dengan memilih menu Server Profiles ➜ New Hotspot Server Profil Beri nama sesuai dengan keinginan, isi Hotspot Address dengan IP wlan yang telah kita setting diawal, isi DNS sesuai dengan keinginan kita. Untuk DNS Optional aja, karena fungsi DNS  yaitu untuk digunakan dalam mentransmisikan alamat ip server, jadi ketika ingin memanggil IP, kita tidak perlu mengetik IPnya, kita tinggal memanggil Nama DNS yang telah kita setting. Lalu isi HTML Directorydengan hotspot, setelah itu OK.

9.  Selanjutnya kita akan setting Hotspot Server,

Berfungsi untuk memberikan akses/layanan internet di area public dengan melalui proses autentikasi.

Pertama kita buka menu Server ➜ New Hotspot Server  Beri nama sesuai dengan keinginan, pilih Interface ke wlan 1, Address Pool ke dhcp_pool0, pilih profile yang telah kita buat tadi. Jika sudah lalu OK.

10.  Setelah itu kita coba connect ke wifi yang telah kita buat. Dengan memasukan password testing1234

Setelah kita terhubung dengan wifi, awalnya tidak akan mendapatkan koneksi internet, karena kita harus login terlebih dahulu.

11.  Pada tahap ini kita akan langsung membuka ke web browser dan akan otomatis memanggil IP/DNS yang telah kita setting tadi. Lalu masukan username dan password yang telah kita buat. Login = admin, Password = admin.

jika benar maka akan meredirect ke halaman tersebut

jika dilihat maka wifi telah memiliki akses internet

Referensi :

Labnet, A. (2018). Pengantar Dasar MikroTik.

PT. CITRAWEB SOLUSI TEKNOLOGI. (n.d.). Mikrotik.ID : Artikel. Retrieved April 27, 2019, from http://www.mikrotik.co.id/artikel.php

Sutiono, M.Kom, M. (n.d.). Tentang Dosen iT – DosenIT.com. Retrieved April 27, 2019, from https://dosenit.com

Despi Satria. (n.d.). Konfigurasi Membuat Hostpot Mikrotik. Retrieved April 27, 2019, from http://despisatria.blogspot.com/

 

 

 

Proses Enkapsulasi pada OSI Layer

March17

Enkapsulasi adalah suatu proses untuk menyembunyikan atau memproteksi suatu proses dari kemungkinan interferensi atau penyalahgunaan dari luar sistem sekaligus menyederhanakan penggunaan sistem itu sendiri, juga membuat satu jenis paket data jaringan menjadi jenis data lainnya.

Enkapsulasi terjadi ketika sebuah protokol yang berada pada lapisan yang lebih rendah menerima data dari protokol yang berada pada layer yang lebih tinggi dan meletakkan data ke format data yang dipahami oleh protokol tersebut. Akses ke internal sistem diatur sedemikian rupa melalui seperangkat interface. 

Dengan enkapsulasi, data menjadi memiliki identitas. Contoh sederhana proses enkapsulasi dalam proses pengiriman surat,  jika sebuah surat akan dikirim namun tanpa adanya amplop, alamat dan perangko. Surat tersebut hendaknya memiliki identitas agar dapat sampai ke tujuan, jika tidak memiliki identitas maka surat tersebut tidak akan dapat sampai ke tujuan. Amplop dengan alamat dan perangko sama dengan enkapsulasi pada data.

Proses enkapsulasi berbeda-beda dalam tiap layernya, berikut prosesnya:

 

1. Awalnya data dibuat, ketika memulai proses pengiriman, data turun melalui Application layer (layer 7) yang bertanggung jawab dalam pertukaran informasi dari komputer ke jaringan, pada dasarnya layer ini merupakan interface antara jaringan dengan aplikasi yang digunakan user. Dapat juga disebut bahwa layer ini berfungsi untuk mendefinisikan request dari user.

Kemudian data diteruskan ke Presentation layer (layer 6), yang mana layer ini bertanggung jawab dalam menentukan apakah ia perlu untuk melakukan enkripsi terhadap request ini ataupun ke bentuk lain dari translasi data.

Jika proses sudah lengkap, selanjutnya ditambahakan informasi yang diperlukan. Lalu di forward ke Session layer (layer 5), yang mana layer ini akan memeriksa apakah aplikasi merequest suatu informasi dan memverifikasi layanan yang direquest itu pada server. Setiap informasi yang akan dilewatkan ditambahkan header setiap turun 1 layer. Namun, pada pemrosesan layer 5, 6 dan 7 terkadang tidak diperlukan adanya header. Hal ini dikarenakan tidak ada informasi baru yang perlu diproses.

2. Sampailah data di Transport layer (layer 4), memastikan bahwa layer ini mempunyai suatu koneksi yang sudah tepat dengan server dan memulai proses dengan mengubah informasi itu ke bentuk segmen (segment). Pengecekan error dan penggabungan data yang berasal dari aplikasi yang sama dilakukan di layer transport ini serta keutuhan data di jamin pula di sini. Terbentuk L4PDU dari proses ini.

3. Selanjutnya segment tersebut diteruskan ke Network layer (layer 3), di layer ini diterima segment-segment tadi dan ditambahkan alamat network untuk station yang merequest dan alamat network untuk server yang direquest. Segment-segment tersebut akan diubah menjadi packet-packet, kemudian layer Network membuat header Network, dimana di dalamnya terdapat juga alamat layer Network dan ditempatkan L4PDU dibaliknya, sehingga terbentuklah L3PDU.

4. Kemudian packet-packet tadi dilewatkan ke Data-Link layer (layer 2) dan packet-packet tadi diatur dan kemudian akan dibungkus lagi ke dalam individual frame, salah satu contoh dalam proses ini adalah memberikan alamat MAC tujuan dan MAC address sumber yang kemudian informasi tersebut digunakan untuk membuat trailer.

Dikarenakan suatu paket dapat dikirimkan melalui banyak sekali perangkat dan router, disinilah peran MAC Address dalam mengirimkan paket antara satu router dan router lainnya. Kemudian akan ditransmisikan ke media.

Seluruh informasi yanng ditambahkan oleh tiap layer sebelumnya (sebagai suatu actual file request) harus cocok ke dalam ukuran 46-1500 byte data field pada frame ethernet. Data-Link layer bertanggung jawab untuk mengirimkan frame menurut topologi yang digunakan. Terbentuklah L2PDU pada proses ini.

5. Sampailah data di Physical layer (layer 1), informasi akan dibawa dari source menuju destination. Karena Physical layer tidak mengenal frame, ia akan melewatkan informasi itu ke bentuk bits. Tidak terjadi penambahan header pada layer ini. Layer Physical ini berhubungan dengan perangkat keras. Akhirnya bit-bit tersebut nantinya akan disinkronisasi dan kemudian diubah menjadi sinyal listrik yang berupa tinggi rendahnya tegangan dan selanjutnya ditransmisikan melalui media.

Misalnya dari kabel ke tujuan, hal ini sesuai dengan karakteristik lapisan Physical layer yang menentukan rangkaian kejadian dimana arus bit berpindah melalui medium fisik. Pada tiap layer terdapat L(n)PDU (Layer n Protocol Data Unit), dimana merupakan bentuk dari byte pada header dan trailer pada data.

PDU merupakan proses-proses pada setiap layer dari model OSI (Open System Interconnection). Pada tiap-tiap layer juga terbentuk bentukan baru, pada layer 2, PDU termasuk header dan trailer yang disebut bentukan frame. Pada layer 3 disebut paket (packet). Sedangkan pada layer 4 disebut segmen (segment).

Setelah dilakukan proses enkapsulasi lalu dikirimkan ke server. Jika pada enkapsulasi dilakukan pembungkusan, maka pada dekapsulasi akan melakukan pembukaan dari bungkus-bungkus tadi melalui layer-layer nya.

 

Referensi : 

-https://jaringankomputerawal.wordpress.com/physical-layer/enkapsulasi-pada-osi-layer/

-http://myelectronicnote.blogspot.com/2016/10/proses-data-enkapsulasi-osi-model.html